Generasi Narsis Jelang Pemilu 2009

m***, kuat dan bergairah..???

salah satu calon legislatif mencitrakan dirinya pada sebuah banner yang terpajang di sepanjang jalan-jalan utama di salah satu kota di K******** R*** dengan tiga kata di atas: m***, kuat dan bergairah. terlintas di benak saya apakah ini iklan obat kuat bagi pria dewasa? aneh, ada caleg yang berkampanye dengan pencitraan seperti itu. lantas siapa yang akan menjadi target pemilihnya? apakah anda juga tertarik dengan profil caleg seperti itu?

melihat berbagai media kampanye baik melalui banner, iklan di media cetak atau di televisi ada berbagai macam versi yang digunakan oleh calon-calon legislatif kita untuk menarik perhatian pemilih. malah banyak yang terkesan tidak efektif. mereka para caleg kita seperti asal-asalan saja mengkampanyekan dirinya – walaupun ada beberapa caleg yang terlihat smart dalam berkampanye.

banyak caleg-caleg kita salah kaprah dalam berkampanye. kampanye yang mereka lakukan seperti kampanye untuk pooling sms pemilihan idola televisi: menampilkan wajah dan gaya yang eksentrik, menapilkan foto layaknya seorang model sinetron atau memamerkan otot keperkasaannya. lantas apa yang mereka harapkan dengan iklan atau media kampanye seperti itu? menjadi publik figur? selebriti? jangan-jangan caleg kita sedang digandrungi virus narsis seperti ABG jaman sekarang.

ini bukan pemilihan idola lewat sms, atau pemilihan kepala daerah, tapi ini pemilihan wakil rakyat. rakyat akan menentukan siapakah wakilnya yang akan menduduki kursi anggota dewan perwakilan ini. rakyat perlu tahu siapa calon wakilnya kelak, apa saja yang akan diperjuangkan di dewan nanti, seperti apa figurnya, bagaimana prilakunya, bangaimana kontibusinya terhadap masyarakat selama ini, hal-hal tersebut yang jadi pertimbangan rakyat kita sekarang.

mudah-mudahan caleg kita nanti lebih banyak mencitrakan dirinya sebagai wakil rakyat yang benar-benar mewakili rakyatnya, bukan mewakili dirinya sendiri. uang dan media kampanye yang banyak tidak menjadi jaminan untuk mendapatkan suara rakyat yang banyak. tapi bertindaklah sesuai keinginan rakyat, perjuangkan untuk kepentingan rakyat, maka insyaallah rakyat akan memihak kepada caleg tersebut.**

~ by Mhd Dedy Saputra on February 23, 2009.

3 Responses to “Generasi Narsis Jelang Pemilu 2009”

  1. Politic is about an image. Adalah lumrah jike seorang politisi menjadi narsis ketika menjual image. Kalau ade politisi yang tak narsis, hanya ada dua kemungkinan. Pertama dia terlalu idealis tapi tidak logis, kedua dia tidak bersungguh2 mau menjadi politisi.

    Namun image yang positif tak selalu linear dengan kapabilitas dan akseptibilitas. Tapi itulah nikmatnya berdemokrasi. Lu jual… gw belum tentu beli….
    —————————————
    Mudah2an Dedi masih ingat same kawan lame.

  2. yang kuat, muda dan bergairah belum tentu tahan lama, ya nggak pak…..
    sekalian aja jual obat kuat……

    ———-
    Semua Itu Pembodohan……

  3. seep ko!

Leave a Reply