zamri dan mak yong pulau panjang

saya pernah membaca artikel pada sebuah harian nasional tentang sebuah seni tradisi di kepulauan riau, namanya teater mak yong. harian itu saya baca ketika saya benar-benar merindukan kesenian tradisional yang hampir punah itu. pada tulisan itu diceritakan bahwa kesenian tradisional yang berasal dari nara yala, patani-thailand itu masih dilestarikan oleh seniman-seniman tradisional di beberapa daerah di kepulauan riau, salah satunya terdapat di pulau panjang, sebuah pulau kecil dekat dengan batam (seperti dituliskan dalam harian itu). saya pernah beberapa kali bertemu dengan salah satu pemusik kesenian tradisional tersebut. namanya zamri. ia biasa memainkan gendang untuk pertunjukan mak yong.

zamri masih sangat muda, usianya 27 tahun, tapi dari penampilannya terlihat ia lebih matang dari usianya, ia juga seorang nelayan. laut telah merubah penampilannya dan teater mak yong telah mengajarkan ia bayak hal tentang seni tradisi. saya mengenal zamri di palembang. saat itu ia tampil untuk mewakili provinsi kepri dalam malam pagelaran kesenian. saat itu ia tidak membawakan kesenian tradisi mak yong, tapi mengiringi penari tradisional. enah kenapa mak yong tak pernah lagi ditampilkan kepada publik.

ditengah geliat batam, pulau panjang hanya bagian kecil yang hampir terlupakan. untuk kepulauan kecil di batam, mereka senang menyebutnya sebagai daerah hinterland (daerah terbelakang – apa karena letaknya di belakang pulau batam?? ). pulau panjang hampir tak pernah tersentuh pembangunan, walaupun hingar-bingar batam mampu menarik investasi bernilai jutaan dolar pertahun. ironis, sementara itu kesenian tradisi teater mak yong juga terlupakan.

zamri dibesarkan diantara pelaku seni teater mak yong. ia belajar bermain gendang dari keluarganya yang juga pemain kesenian tradisi ini. ia hapal setiap adegan dalam teater mak yong. sejak usia 12 tahun ia telah mengiringi pertunjukan mak yong di kampungnya. tapi sekarang ia lebih sering mengikuti pemusik dari sanggar-sanggar tari yang ada di kota batam. mak yong tak lagi memberikan harapan baginya.

entah apa kabarnya sekarang, saya menuliskan cerita ini hanya mengenag seorang zamri; pelaku kesenian tradisional yang terus melanjutkan hidupnya dengan cara-cara yang sangat tradisional. ia tak pernah berharap perhatian yang berlebihan dari siapapun, ia tak pernah tau sesungguhnya kesenian tradisional adalah bagian dari kekayaan dunia yang seharusnya terus dilestarikan. ia tak pernah tau jika seharusnya negara melindungi kekayaan tradisional sebagai salah satu kekayaan dunia. ia hanya tau gendang dan mak yong pernah memberikan kehidupan baginya.

mak yong tak pernah lagi dipertunjukkan; hanya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perbincangan panjang di kedai kopi hingga dibawa-bawa sebagai isu-isu politik. sementara zamri tak pernah memilih hidupnya menjadi pekerja seni tradisi yang seharusnya menjadi kebanggaannya itu.

saya teringat pada zaki yang belajar memukul gong mendu pada usianya yang ke 15. ia melakukan hal itu untuk pamannya, suatu hari kelak ketika zaki dewasa saya berharap ia akan menuliskan kisah mendu yang baru untuk melestarikannya; sebuah kisah mendu yang tak akan pernah di lupakan zaman.

~ by Mhd Dedy Saputra on September 18, 2008.

2 Responses to “zamri dan mak yong pulau panjang”

  1. ooo ente tho..anak pariwisata kepri yoo…ketemu aja aku..aku di humas kepri…thanks kunjungi blog ku

  2. Saya pernah mendengar nama pulau panjang tersebut, memang bener tidak jauh dari batam jika kita mau kesana melewati jembatan barelang yg didesain megah,kadang kesenian di pulau-pulau dan orang-orang yang kental akan keseniannya bahkan membudayakannya suka terlupakan oleh kita semua, padahal alangkah penting nya sejarah kesenian tersebut dimana kita banyak mendapat cerita budaya, dan asal usul daerah.sementara kita lupa akan kesenian yang hanya terpana dengan kemajuan dunia modern dengan sibuk mendatangkan artis2 ke daerah bahkan mengajarkan hal2 yang tidak elok kita pandang, baik dari segi bicara dan pakainnya.rasanya egois sekali.semoga seorang mak yong tertinggal akan kembali maju dan tetap membudayakan keseniaannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.